Zona Berita Unik Dunia

Selasa, 28 Februari 2017

Bikin Mrinding, kisah nyata : Sang Pemandi Mayat Pingsan lihat Jenazah Remaja Putri ini menari.. Ternyata

loading...


Sebagai pemandi mayat selama 13 th. di Saudi Arabia ia belum pernah menyaksikan pemandangan seperti ini. Saat ia buka selimut yang menutupi mayat itu ia seketika pingsan. Sebagian wanita datang berupaya menyadarkannya, ­ sesudah ia sadar Fulanah selekasnya menjumpai ibu si mayat itu serta bertanya, wahai ukhti seumur hidupku saya belum pernah lihat keadaan jasad yang demikian, saya melihat jasad putrimu dalam kondisi menari (berjoget) apa yang dilakukan putrimu di saat hidupnya? 
  
Sang ibu dengan terisak bercerita, kalau putrinya semasa hidupnya menggandrungi musik serta nyanyian. Ia terobsesi dengan musik, terutama usianya yang baru mencapai remaja (ABG) susah untuk sang ibu untuk menasehatinya. Ia suka menonton lagu-lagu favorit yang tengah hit dalam video klips, suka pada penyanyi-penyan­yi itu dengan penuh cinta. Hidupnya cuma berisi nyanyian serta musik. 

Satu hari gadis belasan th. itu datang dalam satu pesta, lantaran memang ia diundang oleh kawannya. Dalam satu pesta sudah pasti didalamnya ada nyannyian serta musik. Jadi saat lagu kesayangannya dinyanyikan ia tidak bisa menahan dirinya. 
  
Awalilah ia menari (berjoget) serta bernyanyi dengan riangnya. Dalam kondisi yang begitu semangat itu mendadak ia terjatuh serta badannya membentur meja di depannya. Ia tidak sadarkan diri, beberapa orang di sekelilingnya berupaya menolongnya serta mereka mendapati gadis itu sudah tiada. Serta, badannya kaku (benar-benar kakudan keras) tidak bisa digerakkan. Dengan posisi tangan meliuk diatas kepala (seperti layaknya orang berjoget). 
  
Sesudah mendengar keterangan sang ibu, Fulanah berupaya memandikan mayat gadis malang itu ia juga berupaya memposisikan jasad sang gadis seperti layaknya mayat yang akan dikafankan. Namun, subhanallah jasad itu betul-betul kaku seperti batu, ia tidak bisa menekukkan tangan sang mayat, pada akhirnya ia pasrah membungkus mayat dalam kondisi sebagaimana adanya. 

Bila akhir hidup manusia yang menyukai para penyanyi seperti di atas mendapatkan hukuman seperti itu, dapatkah kita memikirkan bagaimana kondisi beberapa penyanyi (artis) tersebut apabila mereka tak selekasnya bertaubat pada Allah? 
  
Bukankah kita mengambil ibrah ini wahai hamba Allah? Tak jadi jaminan umur yang muda akan tidak diburu ajal? Bukankah kita takut saat kita lakukan maksiat mendadak Allah mencabut nyawa kita dengan mendadak? Berapakah banyak generasi salaf takut bakal keadaan di atas, mati dalam kondisi suul khatimah (akhir yang jelek). 
  
Ada di antara mereka yang selalu berdoa supaya Allah mewafatkan mereka saat mereka tengah sujud hingga Allah juga mengabulkan doanya. Mudah-mudahan Allah jadikan kita senatiasa istiqamah dalam ketaatan serta mengakhiri hidup kita dengan husnul khatimah. Aamin.

0 komentar:

Posting Komentar