Zona Berita Unik Dunia

Sabtu, 22 April 2017

Kisah Istri Petinggi Nazi yang Gemar Mengoleksi Kulit dan Organ Manusia

loading...

Bila mendengar kata Nazi, beberapa besar dari kita mungkin saja segera teringat akan sosok Adolf Hitler. Ia adalah sosok dibalik Holocaust, yaitu pembantaian massal kaum Yahudi. 

Tetapi ada sesosok perempuan yang tidak kalah kejam dengan Hitler, ia adalah Ilse Koch, si 'Penyihir Buchenwald'. Koch berhimpun dengan Nazi pada 1932 serta empat tahun lalu menikah dengan komandan kamp konsentrasi Nazi Buchenwald, Karl-Otto Koch. 

Mereka tinggal di satu rumah mewah di Buchenwald serta tampak seperti pasangan normal yang lain serta mempunyai tiga anak. Namun, pernikahan serta kesehariannya jauh dari normal. 

Diambil dari The Vintage News, Jumat (21/4/2017), Ilse adalah seorang nymphomania -- perempuan dengan gairah se ks tinggi, yang terkenal menyiksa para tahanan di kamp konsentrasi. 

Rutinitas kejam serta sadisnya terungkap saat ia suka memukul para tahanan serta memaksa mereka melakukan aktivitas sek sual untuk memenuhi kesenangannya. 

Selain menyiksa tahanan Nazi, ia memilih mereka yang mempunyai tato istimewa serta mengulitinya. Hobynya adalah mengoleksi penutup lampu, sarung tangan, serta sampul buku dengan 'sentuhan' kulit para tahanan. 

Sebagian orang bahkan menyampaikan kalau ia membuat tas tangan yang di buat dari kulit manusia bertato. Ilse juga diberitakan bangga dengan pajangan yang berasal dari organ para tahanan. 

Sepanjang berada di kamp konsentrasi, ia mempunyai banyak julukan, seperti 'Penyihir Buchenwald', 'Pembunuh Kamp Konsentrasi', serta 'Penyihir Merah Buchenwald'. 

Pada 1943 ia ditahan bersama dengan suaminya. Otto didakwa korupsi serta mengambil barang berharaga serta uang dari golongan Yahudi sebagai korban. Otto dieksekusi oleh Pasukan Elit Jerman (SS) pada 5 April 1945. 

Ilse dipenjara sampai 1944 serta dibebaskan lantaran kurangnya bukti. Tetapi, pada akhir perang, ia serta 30 pekerja yang lain di tangkap pada 30 Juni 1945 oleh pihak berwenang Amerika Serikat. 

Ilse didakwa lantaran berpartisipasi dalam rencana kriminal untuk menolong, bersekongkol, serta berpartisipasi dalam pembunuhan di Buchenwald. 

Perempuan kelahiran 22 September 1906 itu mengaku hamil agar bisa keluar dari tahanan. Tetapi pengadilan mengatahui kalau suaminya sudah meninggal, hingga mereka mengira kalau Ilse berselingkuh sebelum dan setelah kematian suaminya. 

Ilse pada akhirnya dipenjara karena tidak mematuhi hukum pada 19 Agustus 1947. Ia mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya sendiri pada 1967 lantaran berdelusi kalau tahanan kamp Nazi yang masih hidup akan menghampiri serta menyiksa dirinya didalam sel tahanan. 

Jasadnya dikubur di satu kuburan tidak bertanda di pemakaman penjara perempuan Aichach, Jerman.

0 komentar:

Posting Komentar