Zona Berita Unik Dunia

Sabtu, 22 April 2017

Mengejutkan! Ternyata Ini yang Terjadi Pada Janin Ketika Sang Ibu Sedang Cemas atau Stres

loading...

Ikatan batin pada ibu serta anak benar-benar sangat kuat. Waktu anaknya tengah dalam bahaya atau alami permasalahan, seorang ibu umumnya rasakan firasat dalam dirinya. Ternyata, hal sebaliknya juga terjadi, bahkan mulai sejak dalam kandungan. Riset terbaru menunjukkan photo yang menunjukkan teori stres pada ibu hamil. Waktu ibu hamil alami stres, bayinya akan alami kekhawatiran sama. Hal semacam ini ditunjukkan dengan janin yang cenderung menyentuh wajahnya, seperti seorang dewasa memegang kepala saat stres. 

Teori ini telah ada mulai sejak dahulu, tetapi bukti nyata baru diperlihatkan dalam photo yang di ambil dengan mesin scanner 4D. Diperlihatkan bagaimana janin yang masih ada di dalam kandungan itu menyentuh mulut serta keningnya seperti seseorang yang tengah cemas serta gelisah. 

Dr. Reissland menyampaikan bahwa semakin ibu merasakan stres, janinnya condong mengusap bagian alis. Hal semacam ini sebagai reaksi hormon stres yang dibuat oleh sang ibu. Kekhawatiran pada ibu juga terlihat saat janjin mulai menggunakan tangan kiri untuk menyentuh wajahnya. Cermati bagaimana ekspresi bibirnya! 

Mengagumkan! 
" Untuk sebagian ibu hamil tak perlu cemas akan hal semacam ini, tetapi sebagian ibu hamil yang lain yang gampang stres perlu memikirkan cara untuk meredakan stress yang mereka alami, " kata Dr. Reissland. Ikatan batin pada ibu serta anak memang telah terjadi sejak dalam kandungan. Stay happy and healthy, Mom. You're one of the most wonderful woman on earth. 

Berikut adalah sebagian bahaya stres yg tidak dikelola dengan baik untuk kesehatan ibu serta janin. 

Memiliki pengaruh pada otak janin. Stres kritis berkontribusi pada adanya kelainan sistem pembentukan otak janin yang bisa memicu permasalahan perilaku pada lanjutan pertumbuhan bayi. Tetapi, masih diperlukan riset yang lebih dalam untuk mengonfirmasi hal semacam ini. 

Beresiko pada tumbuh kembang bayi. Sebagian data menunjukkan kalau penyebab stres kritis pada ibu hamil yg tidak diiringi dengan kemampuan manajemen stres yang baik dikaitkan dengan kelahiran bayi dengan berat tubuh rendah atau lahir prematur. Hal semacam ini dikarenakan berkurangnya aliran darah ke rahim yang bisa secara signifikan merubah tumbuh kembang janin. 

Kelahiran prematur. Stres juga dapat merubah plasenta ibu hamil. Saat ibu hamil alami stres, terutama pada trimester pertama, plasenta tingkatkan produksi hormon pelepas kortikotropin (CRH). Hormon ini bertugas mengatur durasi kehamilan. Kandungan hormon itu yang lebih tinggi dari seharusnya dapat mempercepat durasi kehamilan, hingga bayi berisiko lahir prematur. 

Menyusutnya pasokan oksigen untuk janin. Saat ibu hamil merasakan kekhawatiran, badannya akan menghasilkan hormon stres yang dapat beresiko pada janin, yakni epinephrine serta norepinephrine yang berefek mengencangkan pembuluh darah serta kurangi supply oksigen ke rahim. 
Sebenarnya merupakan hal yang normal apabila seorang ibu hamil alami stres. Tetapi, jangan biarkan stres jadi berkepanjangan serta jadi semakin parah.

0 komentar:

Posting Komentar